Jenis Perekat Bahan Bangunan Yang Harus Dipilih

26 Mar 2014

Memiliki rumah adalah impian setiap orang, terlebih bagi yang sudah menikah dan memiliki anak. Dengan sudah memiliki rumah, bisa dikatakan bahwa orang itu sudah memiliki status sosial. Rumah adalah perlambang status sosial. Sayangnya, kenaikan harga rumah terbilang cepat. Tidak semua orang bisa memiliki rumah.

Lima tahun lalu, saya berkesempatan membangun rumah pertama. Jujur saja, pengetahuan saya mengenai rumah NOL BESAR. Pengetahuan mengenai rumah itu meliputi desain rumah, teknik pertukangan membuat rumah, perhitungan biaya dan memilihmaterial bahan bangunan. Sebagai contoh, jenis batu pondasi, jenis pasir, jenis kayu, jenis koral, jenis kapur dan jenis semen.

Bahan bangunan yang berkualitas memiliki ciri tertentu. Pengetahuan ini saya peroleh dari suplier bahan bangunan dan tukang bangunan. Misalkan untuk batu pondasi, batu pondasi yang bagus adalah yang bersih dari tempelan tanah dan banyak sudutnya, tidak bundar. Pasir yang bagus adalah jenis pasir yang bila kita remas akan timbul suara gesekan, kreess…kresss. Jenis pasirpun dibedakan pnggunaannya. Pasir untuk membuat pasangan batu-bata dan kulitan tembok,berbeda dengan jenis pasir yang dipakai untuk nge-cor.Jenis koralpun berbeda-beda. Batu-batu yang baguspun juga memiliki ciri khusus. Yaitu ketika kita pukul dengan ujung jari akan muncul suara berdeting. Dan jika dijatuhkan dari ketinggian 1 m, batu-bata tidak akan patah.

Beberapa bulan sebelum membangun rumah, saya sudah mencari banyak informasi mengenai seluk beluk membangun rumah. Namun, pengetahuan saya meningkat pesat pada saat membangun rumah karena langsung berhadapan dengan permasalahan di lapangan.

Saya belajar langsung mengenai memilih bahan-bahan bangunan rumah yang berkualitas, desain rumah dan manajemen suplai logistik baik untuk kebutuhan bangunan rumah ataupun logistik untuk tukang bangunan,seperti makanan,kopi dan rokok. Apalagi saya juga harus bekerja,antar jemput anak dan istri, juga rumah kontrakan saya cukup jauh,sekira 5 km, dari lokasi pembangunan rumah.

Akhirnya Harus Nge-cor lantai 2

Tanah yang saya miliki berukuran 6 x 20 m. Desain rumah yang saya buat berubah-ubah. Maklum, saya merancang sendiri dengan bermodalkan pengetahuan dari buku, internet dan majalah. Dengan lebar rumah ‘hanya’ 6 m, sulit bagi saya untuk langsung jadi mendesain rumah.

Semula rancangan rumah adalah tingkat, dengan lantai 2 dari kayu. Dengan rancangan seperti ini, saya menghitung beban konstruksi rumah tidak berat. Karenanya, pondasi yang dibuat hanya memiliki kedalaman pondasi 80 cm, dengan kolom tanpa ’sepatu’an. Semula saya menggunakan semen, yang juga dipakai oleh tetangga kiri kanan.

Setelah pasangan batu-bata lantai 1 selesai, suplier bahan bangunan pasir mengusulkan, kenapa tidak sekalian dicor saja untuk lantai 2. Jika menggunakan lantai kayu tidak akan awet dan harganya jauh lebih mahal. Maklum, sebagai newbie dalam pembuatan rumah, saya menurut saja.

Jika dicor dari depan rumah hingga belakang tentu membutuhkan semen yang jauh lebih banyak. Suplier bahan bangunan itu mengusulkan gunakan sajaSemen Tiga Roda. HargaSemen Tiga Roda lebih murah Rp. 1,000 persak, dibandingkan dengan kompetitornya. Apalagi, saya juga melihat, pengembang lokasi saya membangun rumah juga menggunakanSemen Tiga Roda sebagai bahan bangunan rumah. Dan saya lihat kualitas bahan bangunannya-pun bagus.

Mengecor lantai 2 denganSemen Tiga Roda ternyata hasilnya memuaskan. Setiap per meter persegi, membutuhkan 0,8 - 0,9 zak. Setelah selesai nge-cor, saya selalu menggunakanSemen Tiga Roda untuk menyelesaikan pembangunan rumah. Apalagi, toko bahan bangunan penyedia Semen Tiga Roda lebih dekat dari rumah.

Gambar lantai 2 yang menggunakan perekat bahan bangunan Semen Tiga Roda. Sumber gambar : dokumentasi pribadi

Gambar lantai 2 yang menggunakan perekat bahan bangunan Semen Tiga Roda. Sumber gambar : dokumentasi pribadi

Kriteria Perekat Bahan Bangunan Yang Ideal

Dari pengalaman membuat rumah, saya menarik pelajaran bahwa fungsi perekat bahan bangunan rumah ternyata sangat strategis. Apalagi untuk pekerjaan yang membutuhkan banyak perekat seperti memasang keramik, menge-cor lantai, membuat kolom, sloof, acian dan pondasi serta membuat detail asesoris rumah.

Perekat bahan bangungan rumah yang ideal untuk pembuatan rumah adalah :

1. Yang memiliki harga terjangkau

Semen Tiga Roga menjawab masalah harga ini dengan harga pasaran yang lebih murah

2. Memiliki kemasan yang cukup kedap terhadap air namun tidak memunculkan kelembaban

Sering kali konsumen tidak tahu bagaimana harus mengatur tumpukan material bahan bangungan. Meskipun tahu, kadang saat material semen datang, yang menumpuk adalah suplier bahan bangunan. Tempat yang lembab dan susunan semen yang ditumpuk yang bertingkat, membuat semen yang berada diposisi bawah mudah mengeras di dalam zak semen.

3. Mudah merekat dengan daya rekat yang kuat

Semen idealnya memiliki daya rekat yang kuat saat dicampur dengan material bahan bangunan yang lain seperti pasir dan kapur. Dengan kondisi ini maka tiap campuran bahan bangunan tidak banyak membutuhkan semen.

4. Hasil campuran dan acian memiliki kekedapan terhadap air

Pembangunan rumah di daerah persawahan atau daerah yang memiliki resapan air yang besar memiliki resiko merembesnya air ke atas pasangan batu bata dan juga di tembok. Kondisi ini menjadikan tembok mudah berjamur dan konstruksi rumah berkurang kekuatannya.

Demikian hasil evaluasi saya setelah membangun rumah pertama saya. Rumah pertama ini memang belum selesai, dan rencananya, nantinya akan menggunakan Semen Tiga Roda untuk menyelesaikan rumah ini.

bagian-depan-rumah-pertama yang belum selesai. Harapan ke depan  semen tiga roda akan digunakan sebagai perekat bahan bangunannya. Sumber gambar : dokumentasi pribadi

Tampak Bagian-depan-rumah-pertama yang belum selesai. Harapan ke depan semen tiga roda akan digunakan sebagai perekat bahan bangunannya untuk menyelesaikan lantai 2 . Sumber gambar : dokumentasi pribadi



TAGS Bahan Bangunan Material Bangunan Rumah Bahan Bangunan Rumah Material Bahan Bangunan Bahan-bahan Bangunan. suplier bahan bangunan


-

Author

Follow Me