Melestarikan Alam Melalui Pola Hidup Kembali Ke Alam

26 Mar 2014

Melestarikan alam adalah dengan pola hidup yang selaras dengan alam. Manusia hidup harusnya dengan mengikuti hukum-hukum alam, yaitu bagaimana alam berperilaku. Mengapa harus mengikuti perilaku alam ? Karena perilaku alam selalu menuju ke arah keseimbangan alam.

Contoh yang bisa kita ambil adalah jenis-jenis tanaman yang tumbuh tidak sama antara satu daerah dengan daerah lain, yang ditentukan oleh letak geografis dan ketinggian dari permukaan laut. Tanaman-pun, memiliki siklus yang menyesuaikan diri dengan perubahan musim. Tanaman tumbuh menyesuaikan diri dengan letak geografis, topografis dan musim.

Contoh kedua adalah air mengalir dengan cara mencari tempat yang lebih rendah dan lokasi tanah yang paling lunak. Dengan hukum seperti ini, saat sungai terbentuk, maka lokasi di sekitar sungai (baca : bantaran sungai) memiliki struktur tanah yang tidak stabil, dengan resapan air yang besar. Kesimpulannya, bantaran sungai bukanlah tempat yang ideal untuk dijadikan lokasi pemukiman dan industri.

Pola Hidup Selaras Dengan Alam

Pola hidup kita idealnya selaras dengan alam. Kerusakan alam terjadi ketika manusia mengambil terlalu banyak dari alam dan mengabaikan hukum-hukum bagaimana alam bekerja. Temperatur makin panas, banjir, tanah longsor bahkan tubuh manusia yang kian rentan adalah akibat yang timbul setelah manusia tidak hidup berdampingan dengan alam secara harmonis.

Hidup selaras dengan alam bisa kita pelajari dari warisan leluhur. Warisan leluhur itu bisa kita lihat dari model bangungan rumah yang dibuat yang bersesuaian dengan material bahan bangunan lokal dengen memperhitungkan aspek geografis dan iklim, jenis makanan yang dikonsumsi, penghargaan terhadap alam melalui berbagai ritual dan tarian, seperti menghormati sungai, pohon, laut, sawah, hewan ternak bahkan gunung. Leluhur kita memberikan sebutan-sebutan yang mulia pada lingkungan tempat mereka berada, misalnya dengan istilah “kyai”.

Dalam pandangan leluhur kita, manusia adalah mikrokosmos dan alam adalah makrokosmos, dimana keduanya adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Manusia sebagai mikrokosmos hidup dalam makrokosmos.

Kerusakan alam terjadi ketika pandangan terhadap diri manusia berubah dengan menganggap bahwa manusia adalah pusat dan penentu alam. Sebagai penentu alam, manusia memiliki hak mengeksploitasi alam yaitu mengambil secara berlebih dari alam, lebih dari takaran dan menciptakan pola hidup yang tidak selaras dengan alam. Bencana alam, krisis lingkungan hidup dan degradasi kualitas hidup manusia adalah akibat dari angkara murka manusia terhadap alam.

Pola Hidup Kembali Ke Alam

Dengan pola hidup kembali ke alam, manusia akan memiliki daya tahan menghadapi perubahan alam. Kualitas hidup menjadi lebih baik, contohnya lebih sehat. Kita bisa melihat fakta bahwa leluhur kita memiliki usia yang lebih panjang yang masih bisa kita temui di desa-desa atau suku-suku terasing.

Beberapa hal yang bisa kita lakukan adalah :

Menjadi Prosumen

Prosumen adalah produsen sekaligus konsumen. Menjadi prosumen sudah menjadi pola hidup yang langka, apalagi kita yang berada di kota besar. Pola hidup konsumtif telah menjadi pola hidup yang mewarnai setiap hari.Semua kebutuhan hidup akan dibeli. Kenapa kita tidak beralih pula menjadi produsen, sejauh yang kita mampu ?

Tips menjadi prosumen antara lain :

Manfaatkan setiap ruang atau lahan kosong dengan menanami tanaman dan sayuran menggunakan media yang ada baik bambu, pot, ember bekas, pipa paralon, botol bekas dan sebagainya serta menggunakan pupuk organik. Konsumsi sayuran dalam kondisi mentah lebih baik dibandingkan sayuran yang telah dimasak lebih dulu. Konsumsi sayuran dalam kondisi mentah juga mengurangi polusi, lebih hemat dan lebih sehat.

hidroponik menggunakan botol bekas.

Hidroponik menggunakan botol bekas Sumber: http://fietha.wordpress.com/2012/11/12/ hidroponik-wick-sistem

Hidroponik menggunakan botol bekas
Sumber: http://fietha.wordpress.com/2012/11/12/ hidroponik-wick-sistem

Rumah ramah lingkungan

Rumah Ramah Lingkungan atau Rumah Hijau memiliki desain bangunan hemat energi dan menggunakan material ramah lingkungan yang berkontribusi pada penurunan konsumsi energi

Desain rumah ramah lingkungan memiliki acuan membatasi lahan terbangun, layout sederhana untuk efisiensi ruang misalkan ruang tamu juga berfungsi sebagai ruang tengah, efisiensi bahan, menggunakan kualitas bangunan bermutu dan material ramah lingkungan terutama pada material lokal yang mudah terjangkau serta memanfaatkan seoptimal mungkin bagian rumah seperti mengubah atap bangungan sebagai taman.

Dengan acuan di atas, maka kita akan menghemat pengeluaran yang tidak perlu seperti listrik untuk penerangan, AC ataupun kipas angin. Dan mengurangi BBM untuk mendatangkan material bahan bangunan.

Hemat Listrik
Perilaku ramah lingkungan yang lain adalah menghemat penggunaan listrik. Memiliki rumah yang ramah lingkungan saja tidak cukup, dan harus diimbangi dengan perilaku ramah lingkungan dengan menghemat listrik. Pergunakan listrik seperlunya. Dan jika mungkin, pergunakan sumber listrik alternatif lain, seperti listrik tenaga surya.

Mengolah sampah menjadi pupuk dan memanfaatkan barang bekas
Sampah dan barang bekas bisa kita manfaatkan. Sampah organik bisa digunakan sebagai sumber pupuk. Pupuk inilah yang kita pakai untuk menumbuhkan tanaman sayuran dan buah-buahan. Sementara, barang bekas bisa kita pilah. Jika barang bekas itu bisa kita pakai, maka barang bekas itu kita jadikan prioritas utama ketika kita membutuhkan sesuatu.

Sebagai contoh penggunaan barang bekas adalah plastik bekas makanan dan minuman bisa dibuat kerajinan untuk tas ataupun asesoris lain. Pipa paralon dan bambu bisa kita pakai sebagai tempat pensil ataupun rak buku. Dan masih banyak yang lain, sesuai dengan kreatifitas kita.

Rak buku dan tempat pensil dari barang bekas sisa bangunan seperti pipa paralon dan bambu. Sumber : Dokumentasi pribadi

Rak buku dan tempat pensil dari barang bekas sisa bangunan seperti pipa paralon dan bambu. Sumber : Dokumentasi pribadi

Publikasikan Yang Kita Lakukan

Ide apapun yang kita punyai berkaitan dengan upaya pelestarian alam, publikasikan ke khalayak, baik melalui jejaring sosial, maupun blog. Dengan harapan bahwa banyak orang yang akan terinspirasi dan melakukan hal yang sama.

Hal di atas semata dikarenakan melestarikan alam dengan pola hidup kembali ke alam pada dasarnya akhirnya juga demi kelestarian kehidupan manusia itu sendiri.


TAGS menjadi prosumen memanfaatkan barang bekas hidroponik rawfood rumah hemat energi


-

Author

Follow Me